Artikel dan buletin tentang Islam

Kandungan Al-an'am Ayat 122 & 125
Keistimewaan Sedekah Jumat
Emang Boleh Olahraga Saat Puasa
Rezeki dalam Islam
Silhouette of Mosque

Menggapai Keutamaan di Akhir Bulan Ramadhan

Artikel ini akan membahas tentang keutamaan di akhir bulan Ramadhan dan cara menggapainya.

 Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rasa nikmat dan kasih sayangnya yang tak terhingga terutama nikmat iman dan nikmat Islam.

Shalawat dan salam kepada junjungan kita nabi Agung Baginda Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya termasuk kita semua yang insyaAllah kita akan mendapatkan syafa’atnya di Hari Akhir nanti.

Kita semua tentu tahu bahwa Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang dimuliakan atau dikhususkan oleh Allah SWT. Segala perbuatan baik yang kita kerjakan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT mulai dari sedekah, membayar zakat, puasa, dan segala amal shaleh lainnya yang kita kerjakan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Di dalam bulan Ramadhan terdapat salah satu keutamaan lain selain berpuasa, yaitu amalan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Lebih Serius Dalam Menggapai Keutamaan di Akhir Bulan Ramadhan

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Momen ini adalah momen yang baik untuk banyak beramal dan memohon ampunan dari Allah SWT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mencontohkan hal ini, beliau lebih semangat beramal di akhir-akhir Ramadhan. Ada dua alasan kenapa bisa demikian. Pertama, karena setiap amalan dinilai dari akhirnya. Kedua, supaya mendapati lailatul qadar.

Dalam hadits disebutkan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).

Keutamaan Malam Lailatul Qadr

Allah menyebut keutamaan lailatul qadar,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Semoga Allah memudahkan kita untuk tetap bersemangat dalam mencapai keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan

Sumber:

https://rumaysho.com/20357-24-jam-di-bulan-ramadhan-amalan-di-sepuluh-hari-terakhir.html

https://muslim.or.id/17637-kajian-ramadhan-16-sepuluh-hari-terakhir-ramadhan.html