Konsep Rezeki

Pahami Konsep Rezeki Dalam Islam, Membuat Hidup Menjadi Tenang

Pendahuluan

Pemahaman terkait konsep rezeki dalam Islam menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh muslim di seluruh dunia agar tenang dalam menjalani kehidupan di dunia. Sebagai agama yang sempurna, Islam tidak hanya membatasi rezeki hanya dalam masalah harta. Namun, konsep rezeki dalam Islam dapat terbagi menjadi beberapa bagian. Dalam Al-Qur’an, rezeki disebut sebagai rizq yang dapat diartikan menjadi beberapa makna atau arti. Dengan mengetahui konsepnya, seorang muslim akan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Mari kita bahas bagaimana konsep rezeki dalam Islam tersebut.

Pengertian Rezeki

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rezeki diartikan dengan segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang diberikan Tuhan, dapat berupa makanan sehari-hari, nafkah, pendapatan, keuntunga, dan sebagainya. Ibnu Khaldun mendefinisikan kata rezeki dikaitkan sebagai peranan manusia sebagai pengelola sumber-sumber alam yang telah ditundukkan oleh Allah. Sedangkan Dawan Raharjo mengartikan kata rezeki sebagai istilah sehari-hari yang lebih condong pada persoalan ekonomi.

Hamka sendiri mendefinisikan kata rezeki sebagai pemberian atau karunia yang diberikan tuhan kepada makhluk-Nya, untuk dimanfaatkan dalam kehidupan, seperti “Makanlah dari karunia Allah yang halal dan baik”. Karunia diartikan sebagai rezeki atau pemberian dari Allah kepada makhluknya tanpa kecuali.

Konsep Rezeki Dalam Islam

Rezeki sejatinya digunakan untuk mencapai ketakwaan dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya menggunakan apa yang sudah Allah berikan melalui cara yang diajarkan oleh syariat Islam. Rezeki yang Allah berikan tidak selalu tentang harta, namun bisa dalam bentuk yang lain. Allah menjamin setap rezeki semua makhluk ciptanNya, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga mikroorganisme yang hidup di sekeliling kita. Allah tidak merasa berat dengan pemenuhan kebutuhan makhluknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Hud ayat 6 yang artinya,

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz)”.

Tidak sepatutnya seorang muslim terlalu khawatir terhadap apa yang sudah Allah jamin terjadapnya apalagi sampai menempuh segala cara yang dilarang oleh syariat Islam. Mudah sulitnya ujian yang dihadapi adalah bentuk ujian Allah kepada setiap hambaNya. Saat dilanda kesulitan harta, manusia perlu muhasabah karena bisa jadi Allah memberikan rezeki dalam bentuk yang lain, misalnya dalam bentuk jasmani yang sehat, kendaraan, kesehatan, dan keturunan yang shaleh/shalehah.

Rezeki Perlu Diperjuangkan

Rezeki yang Allah berikan tidak diberikan semuanya dalam satu waktu, melainkan Allah memberikannya pada waktu yang tepat. Allah memang sudah menentukan rezeki untuk setiap hambaNya, namun rezeki tersebut harus kita ikhtiarkan melalui cara yang Allah perbolehkan sehingga dengan itu manusia tidak bermalas-malasan dalam bekerja. Melapangkan pintu rezeki bisa ditempuh dengan beberapa cara, bisa dengan cara bersedekah, melakukan shalat sunnah, puasa sunnah, maupun membantu kesulitan orang lain.

Penulis: Raden Miftakhurozak Budi Nugraha, S.Kom

© Copyright - Directorate of Academic Services - Islamic University of Indonesia