REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi Non-Vokasi 2018 Kemenristekdikti, menempatkan Universitas Islam Indonesia (UI) peringkat tertinggi untuk perguruan tinggi swasta di Indonesia. Rektor UII, Fathul Wahid menilai, konsistensi UII dalam raihan prestasi merupakan hasil kerja keras dan doa segenap sivitas akademika UII. “Namun, capaian itu bukan tujuan utama. Lebih dari sekadar capaian pemeringkatan, UII […]
Capaian Prestasi Universitas Islam Indonesia

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, memakaikan almamater kepada mahasiswa baru angkatan 2018/2019 di kuliah perdana UII. Dalam kesempatan itu, kuliah perdana turut diikuti 93 hafiz Quran. (Istimewa)
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Sebanyak 5.638 mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) jenjang Sarjana dan Diploma Tahun 2018/2019 mengikuti kuliah perdana. Mereka merupakan orang-orang terpilih dari 26.967 pendaftar di UII.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Imam Djati Widodo mengatakan, tahun ini UII menerima 93 mahasiswa hafiz quran. Sebagian dari hafiz quran mendapat keistimewaan beasiswa pendidikan.
“Diharapkan dengan kehadiran para hafiz ini, suasana keislaman di UII semakin semarak serta tumbuh generasi muda yang cinta Alquran,” kata Imam.
Imam menuturkan, tahun ini UII juga menyambut lima mahasiswa asing yang berasal dari Libya, Inggris, Pakistan dan Palestina. Imam berpendapat, ini jadi penanda UII terus menjalankan program internasionalisasi pendidikan.
Ia menambahkan, mahasiswa baru UII berasal dari berbagai provinsi Indonesia dengan penyebaran yang cukup merata. Bahkan, lima dari 10 provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak berasal dari luar Pulau Jawa.
“10 besar provinsi tersebut yakni, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Riau, Banten, Lampung, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan,” ujar Imam.
Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid menuturkan, selama kuliah di UII para mahasiswa akan memiliki waktu yang cukup mengasah diri. Ia menilai, 3-4 tahun memang waktu yang pendek, tapi panjang untuk disia-siakan.
“Karenanya, mulai hari ini, jadilah pembelajar sejati yang pandai mengelola waktu dan diri,” kata Fathul.
Menurut Fathul, menjadi serupa dengan yang lain tidak akan membuat menonjol dan menjadi pemenang. Saat setiap hari meluangkan 30 menit membaca, tidak akan mengungguli pengetahuan orang dengan menjalankan yang sama.
Untuk itu, ia berpesan agar jadi angsa hitam, karena angsa putih terlalu arus utama. Selama di UII, mahasiswa akan memiliki banyak pilihan aktivitas selain di kelas dan lab, dan perlu diidentifikasi minat masing-masing.
“Mulai dari olahraga, penelitiandan pengembangan diri lainnya, juga pentingnya meluangkan waktu untuk belajar berorganisasi,” ujar Fathul.
Team sepakbola karyawan Universitas Islam Indonesia melakoni laga persahabatan dengan Team karyawan Universitas Gadjah Mada di Lapangan Pancasila, Sabtu 30 Desember 2017. sebagai penutup penghujung tahun 2017.
Seperti laga-laga persahabatan sebelumnya, yakni melawan PS Hisbul Wathan, kesebelasan karyawan UII akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Prima, kapten kesebelasan Universitas Islam Indonesia menegaskan bahwa UII akan tampil maksimal pada waktu kickoff hari Sabtu yang akan dimulai jam 15.15 WIB.
Rencananya akan turut hadir pemain senior, lengenda sepakbola terpopuler di Universitas Islam Indonesia, Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H.
Implementasi Sylabus Plus
Direktorat Akademik Universitas Islam Indonesia, Kamis tanggal 28 Desember 2017 berlokasi di Laboratorium Komputer Lantai 1 Gedung GBPH Prabuningrat, menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Implementasi Sylabus Plus. Dalam sambutannya Wakil Rektor I, Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, IAI menyampaikan mengapa masyarakat barat sangat maju daan tertata, karena salah satunya adalah karena mereka membuat jadwal. Misalnya dari jadwal bus dan lain-lain. Itulah pentingnya jadwal dan pengaturan jam. Teknologi jam, yang ditemukan oleh ilmuwan muslim, tetapi justru mereka yang menggunakan. Begitu pentingnya tentang efektivitas waktu.
Sylabus Plus merupakan salah satu langkah kemajuan besar sistem yang di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Sebagai contoh, matakuliah MKU direncanakan akan dijadikan sebagai kelas yang terbuka untuk mahasiswa dari berbagai program studi. Sehingga akan terjadi pertukaran dan interaksi ilmu dari berbagai sudut pandang. Goalnya akan membuka cakrawala kompleksitas pokok masalah yang dihadapi.
Di dalam peraturan universitas tentang akademik yang baru, matakuliah dalam kurikulum Ulil Albab harus diidentifikasi sebagai matakuliah yang terbuka, tertutup atau terbuka terbatas. Sehingga dengan demikian dapat diketahui bahwa matakuliah ini dapat menjadi pilihan keyin mahasiswa prodi lain. Diharapkan nantinya lulusan Universitas Islam Indonesia adalah produk lulusan yang bukan hanya sebagai “produk seragam” tetapi memenuhi lulusan dengan standar kualitas yang tinggi.
Turut hadir dalam acara tersebut, Mr. Phee dari Scientia – Inovest Corporation, yang merupakan mitra yang ditunjuk secara sistem untuk mengintegrasikan dalam Sistem Informasi Akademik (SIMAK) Universitas Islam Indonesia yang baru.
Mr. Phee dari Scientia.


