Kuliah Umum Pascasarjana #21

Integritas Akademis dan Kepemimpinan di Era Digital

Yogyakarta, 18 Oktober 2025 – Universitas Islam Indonesia (UII) baru-baru ini menyelenggarakan kuliah umum pascasarjana ke-21 dengan mengangkat tema: Integritas Akademis dan Kepemimpinan di Era Digital. Acara ini menyoroti pentingnya menjaga integritas di tengah perkembangan teknologi yang pesat dan bagaimana hal ini membentuk karakter serta kompetensi mahasiswa.

Bertempat di Gedung Kuliah Umum UII, kegiatan ini dihadiri oleh Pak Fathul Wahid selaku Rektor sekaligus narasumber, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset untuk memberi sambutan, para Kaprodi, Ir. Hudori, S.T., M.T., Ph.D. selaku Direktur Direktorat Layanan Akademik (DLA), dan Ibu Karina Utami Dewi, S.I.P., M.A. sebagai moderator serta mahasiswa pascasarjana dari berbagai program studi. Kuliah umum ini diselenggarakan secara luring dan daring melalui kanal Channel Youtube UII.

Fondasi Pendidikan: Integritas Akademik

Integritas akademik menjadi landasan utama dalam diskusi, ditekankan sebagai fondasi untuk menjaga kualitas dan kepercayaan dalam lingkungan akademis. Lebih dari sekadar kejujuran dalam penulisan, integritas mencakup tanggung jawab moral dalam berpikir dan bertindak. Tantangan muncul seiring dengan perkembangan teknologi digital, termasuk isu plagiarisme dan penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI).

Kepemimpinan Adaptif di Era Digital

Kuliah umum ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang adaptif di era digital. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan, dituntut untuk cakap dalam beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak untuk mendukung tujuan pendidikan dan pelayanan. Diskusi mencakup contoh nyata, seperti kasus Kodak yang gagal beradaptasi dengan teknologi digital, serta potensi AI generatif dalam menciptakan karya baru namun juga menimbulkan pertanyaan etis terkait hak cipta.

Mempertahankan Nilai Kemanusiaan di Tengah Tekanan

Tekanan dalam dunia akademik dapat memicu pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan seperti kejujuran dan integritas. Bentuk ketidakjujuran akademik semakin beragam dan sulit dideteksi, termasuk fabrikasi data dalam penelitian dan penggunaan AI yang tidak etis dalam mengerjakan tugas. Faktor-faktor seperti rasionalisasi, peluang, dan tekanan memicu ketidakjujuran di kalangan mahasiswa. Contoh kasus dari berbagai negara menunjukkan dampak buruk ketidakjujuran terhadap reputasi institusi.

Kuliah Umum Pasca #21

Peran Akademisi dan Integritas Bangsa

Integritas akademisi sangat penting untuk menjaga reputasi UII. Akademisi memiliki tugas untuk menyampaikan kebenaran dan mengungkap kebohongan, serta menolak tawaran yang tidak etis. Tantangan dalam mempertahankan integritas juga tercermin dalam analogi “masuk toilet” dan contoh kasus pengawas konstruksi yang ditawari suap.

Kuliah umum ini diakhiri dengan pemberian penghargaan dan sesi foto bersama, serta ajakan untuk membaca buku tentang pendidikan anti korupsi. Kuliah umum ini memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan peluang di era digital, serta menekankan pentingnya integritas akademik dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai etika dan moral.

© Copyright - Directorate of Academic Services - Islamic University of Indonesia