Kuliah Pakar Mata Kuliah Wajib Universitas

Menelusuri Perwujudan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Kearifan Lokal Nusantara

Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 29 Juni 2024 – Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan sehat sehingga dapat melaksanakan acara Kuliah Pakar Mata Kuliah Wajib Universitas UII dengan lancar. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat Muslim dari zaman jahiliyah ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Kuliah Pakar Mata Kuliah Wajib Universitas kali ini mengusung tema Menelusuri Perwujudan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Kearifan Lokal Nusantara. Pemateri kali ini merupakan dosen Hukum Keluarga di Fakultas Ilmu Agama Islam sekaligus penulis buku Rahmatan Lil’alamin, yaitu Dzulkifli Hadi Imawan, Lc., M.Kom.I., Ph.D. dan dimoderatori oleh Sofwan Hadikusuma, Lc., ME. yang merupakan dosen Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia. Kuliah Pakar dilaksanakan secara luring di Ruang Teatrikal Lt. 2, Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito dan dihadiri oleh mahasiswa baru peserta beasiswa. Selain itu, kuliah pakar juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube UII dan diikuti secara daring oleh seluruh mahasiswa peserta kelas MKWU Terpadu di Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024.

Prof. DrJaka Nugraha, S.Si., M.Si.

Dzulkifli Hadi Imawan, Lc, M.Kom.I, Ph.D

Sambutan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset

menekankan pada QS. Al-Anbiya:107 yang artinya “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”. Ayat ini dijadikan sebagai pedoman Universitas Islam Indonesia dalam proses mewujudkan visi dan misi untuk terwujudnya Universitas Islam Indonesia sebagai rahmatan lil ‘alamin yang memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah islamiah, di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah, setingkat universitas yang berkualitas di negara-negara maju.

Dalam sambutannya, dikatakan bahwa salah satu kelemahan generasi sekarang adalah kurangnya literasi terhadap sejarah khususnya dalam perihal peran Islam dalam membangun negeri. Dengan adanya Kuliah Pakar MKWU ini, diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada pemikiran atau pandangan kita terhadap peran Islam dan bisa mengkaitkannya dengan visi dan misi UII untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Di akhir sambutannya, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. berpesan kepada seluruh peserta agar setelah mengenyam pendidikan di UII, mahasiswa beasiswa bisa menjadi agen perubahan positif dan agen pemberdayaan masyarakat yang berkiprah di masing-masing bidang untuk membantu UII mewujudkan visi dan misinya. Selain itu, diharapkan mahasiswa bisa meningkatkan kompetensi diri untuk menjadi motor penggerak di berbagai kelompok studi maupun organisasi.

Menelusuri Perwujudan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Kearifan Lokal Nusantara

Setelah sambutan oleh Prof. DrJaka Nugraha, S.Si., M.Si., agenda dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dzulkifli Hadi Imawan, Lc., M.Kom.I., Ph.D. tentang Islam Rahmatan Lil’alamin. Dalam awal penjelasannya, ditekankan pada Q.S. Al-Anbiya’ [21]:107 yang berbunyi:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Islam diwahyukan kepada Rasulullah Saw. untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Islam adalah rahmat dan Rasul juga sebagai rahmat. Rasul tidak diutus hanya untuk Negeri Arab saja, melainkan rahmat untuk seluruh alam. Pada ayat tersebut, secara tidak langsung mengajarkan kita tentang berpikir global. Contohnya, pada zaman jahiliyah, Negeri Arab sama sekali tidak dianggap oleh Negara Persia sebagai penguasa peradaban karena tidak ada apa-apa, tetapi setelah Rasul mengajarkan umatnya tentang ayat tersebut, muncullah peradaban-peradaban baru yang dipegang oleh umat Islam. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Kapan Islam masuk ke Indonesia?

Indonesia sudah dikenal oleh Arab sejak abad ke-9 pada zamannya Imam Ahmad bin Hambal dan Islam masuk ke Indonesia melalui jalur bisnis atau perdagangan dan merupakan mayoritas agama di Indonesia. Jika dipikir kembali, jarak antara Indonesia dengan Arab sangat jauh, sehingga untuk menunaikan ibadah haji saja membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Lalu, mengapa Indonesia terpilih menjadi negara yang mayoritas beragama Islam?

Dalam asumsinya, berdasarkan pada hadits riwayat Bukhari Muslim, dapat dikaitkan dengan keadaan Indonesia yang memiliki curah hujan cukup tinggi sehingga tanahnya subur dan dapat menumbuhkan tanaman. Air diibaratkan dengan ajaran Islam yang dapat diterima dengan baik oleh Indonesia. Rasul pernah memberikan sebuah khutbah atau ceramah tentang umat muslim di Indonesia yang merupakan agama mayoritas.

Penerapan Nilai Islam Rahmatan Lil’alamin

Dalam paparan materinya, pemateri menekankan pentingnya memahami historis budaya Islam dalam konteks penerapan konsep Islam Rahmatan Lil’alamin. Beliau mengawali dengan menjelaskan bagaimana konsep ini berakar kuat dalam sejarah perkembangan Islam sejak masa Nabi Muhammad Saw.

Pemateri menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menerapkan prinsip-prinsip Rahmatan Lil’alamin dalam membangun masyarakat Madinah. Dzulkifli Hadi Imawan menjelaskan bahwa Piagam Madinah menjadi bukti konkret bagaimana Islam memperkenalkan konsep kesetaraan, toleransi, dan keadilan dalam masyarakat yang majemuk, mencakup berbagai suku dan agama.

Lebih lanjut, beliau menguraikan bagaimana konsep Rahmatan Lil’alamin berkembang selama masa keemasan Islam dengan mengilustrasikan bagaimana para khalifah dan cendekiawan Muslim memajukan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya yang memberi manfaat tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Beliau menekankan bahwa kemajuan dalam berbagai bidang ini adalah manifestasi dari pemahaman Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Di akhir penjelasannya, beliau menyimpulkan bahwa penerapan Islam Rahmatan Lil’alamin dapat dilakukan dengan cara membumikan Islam dengan penuh kasih sayang melalui kearifan lokal yang akan memudahkan seseorang memahami dan mengamalkan Islam.

© Copyright - Directorate of Academic Services - Islamic University of Indonesia