Program Studi Kedokteran Jenjang Sarjana (S.Ked) dan Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 2017 berhasil mempertahankan akreditasi A. Sebelumnya di tahun 2012, Fakultas Kedokteran UII telah berhasil meraih akreditasi A.

Pencapaian kembali akreditasi merupakan hasil kerja keras dari segenap sivitas akademika Fakultas Kedokteran UII meliputi dosen, karyawan, dan mahasiswa.

Berbagai upaya juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas. Termasuk meningkatkan fasilitas dan sarana-prasarana.

Dalam hal sarana-prasarana, saat ini Yayasan Badan Wakaf UII tengah mendirikan Rumah Sakit Pendidikan Klinik yang belokasi di Pandak, Bantul. Pendirian dimulai tanggal 27 Mei 2016 yang lalu, yang saat itu Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih hadir dalam acara ground breaking RS UII. Berlokasi di Kelurahan Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, RS UII memiliki beberapa fasilitas penunjang seperti instalasi rawat jalan, instalasi gawat darurat, instalasi gizi, rekam medis, dan laboratorium.

RS UII nantinya akan terdiri dari enam lantai dan satu basment. Selain itu juga terdapat enam kelas yaitu VVIP, VIP, kelas 1, 2, dan 3 dengan total 260 tempat tidur. Beberapa keunggulan yang dimiliki RS UII yaitu adanya penjaminan mutu yang lebih baik, ada rawat inap yang lebih pendek, serta tersedianya konsultasi dari staff medis 24 jam.

Menurut Ketua Yayasan Badan Wakaf UII, Lutfi Hasan mengatakan bahwa harapannya dengan dibangunnya RS UII ini bisa mensejahterakan masyarakat Bantul. Rencananya Rumah Sakit ini akan dibuka pada Bulan Mei 2018.

Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr Linda Rosita M Kes Sp PK mengatakan bahwa Rumah Sakit ini nanti akan bekerjasama dengan BPJS. Sehingga di Rumah Sakit ini BPJS dapat terlayani full.

Fakultas Kedokteran UII memiliki moto “Be a Good Moeslem Doctors”. Dengan moto inilah yang menjadikan FK UII semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Berikut ini beberapa informasi tentang lama studi mahasiswa:

  1. Masa Studi mahasiswa Program Strata Satu (S1) adalah 14 (empat belas) semester baik Ilmu Sosial maupun Ilmu Eksata
  2. Masa Studi mahasiswa Program Strata Satu (S1) sebagaimana tersebut di atas tidak termasuk non aktif dengan ijin Wakil Rektor I ( Cuti Akademik).
  3. Pada akhir Semester 11 (sebelas) dan akhir semester 12 (dua belas) program studi harus mengidentifikasi mahasiswa yang akan terkena drop out.
  4. Mahasiswa yang teridentifikasi drop out tsb diatas oleh program studi diberikan peringatan I (pertama) dan ke 2 (dua) dan disampaikan kepada mahasiswa serta orang tua.
  5. Mahasiswa yang telah menempuh 13 (tiga belas) semester, tetap teridentifikasi drop out masa studi oleh program studi diberikan peringatan terakhir.
  6. Mahasiswa yang telah menempuh 14 (empat belas) semester, tidak berhasil menyelesaikan studinya oleh Dekan atas persetujuan rapat Senat Fakultas diusulkan kepada Rektor untuk dinyatakan sebagai mahasiswa drop out masa studi.
  7. Rektor menerbitkan Surat Keputusan bagi mahasiswa yang terkena drop out masa studi.

 

UII berhasil meraih kemenangan di Pancasila Stadium di laga penutup tahun 2017. Bertandang ke markas UGM, The Dokar Team mampu mencuri 3 poin setelah dalam pertandingan meraih kemenangan dengan skor 4-1. Turut turun bermain pemain senior UII,  Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H. di sela-sela kesibukan beliau.

Line up pemain UII vs UGM

Pada laga ini UGM unggul terlebih dahulu berkat gol strikernya sebelum beberapa menit berikutnya Gandang Susilo menyamakan kedudukan bagi UII lewat assist dari Rosi.

Jalannya pertandingan di Pancasila Stadium ini berjalan dengan tempo sedang. Kedua tim cenderung lebih berhati-hati dalam membangun serangan, sehingga tidak ada peluang berarti di 10 menit laga berjalan.

Tampil di kandang sendiri, UGM secara perlahan tapi pasti mulai mendominasi jalannya laga. Mereka berhasil menguasai bola dan terus meneror lini pertahanan UII dan berhasil mendapat satu peluang kelengahan UII di awal babak pertama.

Beberapa peluang gagal dimanfaatkan UII, karena mendapat jebakan offside. Namun di menit-menit jelang babak pertama usai, UII baru membuat tim tuan rumah terkejut. Gol pertama lahir dari sosok Gandang Susilo dari assist pemain sayap Rosi dan peluang matang tersebut tidak mampu ditepis oleh penjaga gawang UGM. Di masa tambahan waktu, Fathan Hidayatullah bek kiri UII kembali memberikan kejutan bagi UGM dari tendangan jarak jauh. Belum selesai sampai disitu, Agus pemain gelandang tengah berhasil melesakkan tendangan keras ke gawang UGM. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, UII dengan materi pemain baru, berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Baru dua menit laga berjalan, UGM kembali dipaksa melakukan penyelamatan cemerlang untuk menghalau tendangan terarah UII. Banyak peluang yang terjadi, tetapi beberapa kali tembakan hanya melesat tipis di atas mistar gawang.

UGM sendiri bukannya tanpa peluang pada laga ini. Di menit 51, striker yang sukses meneror gawang UII dengan umpan lambung, namun peluang ini gagal dimanfaatkan.

Sadar terjadi stagnansi di lini serangnya, pelatih memutuskan untuk melakukan pergantian pemain. UII memasukkan Zulman Affandi. Di kubu Tuan rumah, UGM memutuskan untuk menarik keluar penjaga gawangnya untuk digantikan kiper di bangku cadangan.

Setelah melakukan sejumlah percobaan, Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir di masa injuri tyme. Berawal dari umpan silang Irsan yang diteruskan assist Zulman, Bayu sukses melesakkan bola ke gawang UGM setelah bola gagal dihalau oleh kiper UGM. Skor berubah menjadi 4-1 untuk keunggulan The Dokar Team.

Gol Bayu ini menutup laga permainan, wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, sehingga skor akhir kemenangan 4-1.

Berkat hasil ini The Dokar Team UII kembali mengoleksi poin kemenangan pada laga Big Match Persabahatan dengan Dosen dan Karyawan UGM.