Kajian Islam

Pentingnya Membaca Doa Kafaratul Majelis

Ketika datang ke majelis ilmu, kita pasti tidak asing lagi dengan sebuah doa yang dilafalkan sebelum penutupan. Doa yang dikenal sebagai “kafaratul majelis” ini tidak hanya menjadi tanda berakhirnya majelis yang sedang berlangsung, tetapi juga menjadi sarana berzikir kepada Allah Swt. sebelum meninggalkan lokasi menuntut ilmu.

Ada dua doa kafaratul majelis yang populer di Indonesia. Doa ini biasanya dibaca salah satu saja atau keduanya oleh seluruh tamu yang hadir. Berikut penjelasan terkait doa penutup majelis ini.

Apa Itu Doa Kafaratul Majelis?

Doa kafaratul majelis merupakan doa penutup yang dibaca ketika akan mengakhiri suatu pertemuan atau majelis guna memohon ampunan Allah Swt. atas segala kelalaian atau perkataan yang sia-sia. Istilah kafaratul majelis sendiri berasal dari kata kafarah yang berarti penebus atau penghapus dan majelis yang berarti tempat berkumpul atau pertemuan.

Mengingat doa kafaratul majelis bersifat umum, doa ini bisa digunakan untuk menutup berbagai kegiatan. Mulai dari acara kajian di masjid, pertemuan bersama keluarga, agenda rapat, hingga kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Doa Kafaratul Majelis 1

Membaca doa:

 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Allah, dan dengan puji-pujian untuk-Mu, hamba bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Hamba memohon ampunan kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.”

Jubair Ibnu Mutha’im r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

Barangsiapa mengucapkan (doa di atas), dalam sebuah majelis zikir, maka ia seperti cap yang meninggalkan tanda padanya. Dan barangsiapa yang mengucapkannya dalam sebuah majelis yang lalai, maka hal itu sebagai penebus baginya.
(HR. An-Nasa’i, At-Thabrani, dan Al-Hakim)

Doa Kafaratul Majelis 2

Membaca Ash-Shaffat: 180-182

سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ ۝١٨٠ وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ ۝١٨١ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَࣖ ۝١٨٢

Mahasuci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Imam Nawawi mengatakan dalam bukunya ad-Adzkar: kami meriwayatkan sebuah hadis dalam kitab Hilyatul Auliya dari Ali karramahullahu wajhah,

Barangsiapa yang ingin menimbang dengan timbangan yang tepat, maka hendaknya ia mengucapkan di akhir majelisnya atau ketika hendak berdiri (doa di atas).

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa membaca doa kafaratul majelis sangat penting ketika akan mengakhiri suatu acara. Dalam konteks belajar-mengajar di kampus UII ini, doa ini dapat dibaca ketika selesai perkuliahan reguler, kegiatan Pendidikan Dasar Qur’ani (PDQ), hingga agenda rapat organisasi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: 

  1. Anonim. 2025. Zikir Pagi & Petang: Zikir Setelah Shalat, Doa-Doa Populer, dan Ayat Seribu Dinar. Boyolali: Pustaka Madina.
  2. Rahman, Rizal. 2026. Doa Kafaratul Majelis: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya. Rumah Zakat. Diakses dari https://www.rumahzakat.org/doa-kafaratul-majelis/ pada 26 Agustus 2026.

Penulis: Belila Mega Utari, S.Si.
Direktorat Layanan Akademik

© Copyright - Directorate of Academic Services - Islamic University of Indonesia