Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma UII

Tahun Akademik 2023/2024

  • Penampilan Amari Quartet

    Berkolaborasi dengan Michail Abel Firdausi (Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional – FPSB)

    Amari Quartet pada Kuliah Perdana
  • Penampilan Miracle Voices

    penampilan Miracle Voices
  • Drama Sejarah Berdirinya UII

    Drama sejarah berdirinya UII
  • Drama Tentang Sejarah Berdirinya UII

    K.H. Abdul Kahar Muzakir yang diperankan oleh Rektor UII Prof. FATHUL WAHID, ST., M.Sc., Ph.D.

    Drama sejarah berdirinya UII
  • Pengisi Materi Kuliah Perdana

    Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia)

    Pengisi materi Kuliah Perdana MABA UII

Kuliah Perdana Sarjana & Diploma Mahasiswa Baru UII 2023/2024

Kuliah Perdana Sarjana & Diploma Mahasiswa Baru Universitas Islam Indonesia Tahun Akademik 2023/2024 ini mengusung tema “GAPAI MIMPI, UKIR PRESTASI“, dihadiri oleh 4.544 mahasiswa baru yang terdiri dari 232 Mahasiswa Sarjana Terapan (D4), 4.295 Mahasiswa Sarjana (S1), dan 17 Mahasiswa Diploma (D3) dari berbagai provinsi di Indonesia dan dari luar negeri (Sumber : https://sambut.uii.ac.id/).

Tidak kalah dengan kuliah umum sebelumnya, acara kuliah perdana dibuka dengan pertunjukan musik oleh Amari Quartet berkolaborasi dengan mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Michail Abel Firdausi (Pemain Saxophone) dilanjutkan dengan tarian oleh grup tari XAVIERA yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) UII dan pertunjukan teater tentang Sejarah Berdirinya UII yang diperankan oleh Moh. Fariz Zainun, Galang Prihardi Mahardika, Endro Mustofa, dan Erry Satya.

Penyampaian Materi

Turut hadir membersamai kuliah perdana ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud, S.H., S.U., M.I.P. Ia merupakan alumni Sarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tahun 1983. “Selamat bergabung di UII, saya ada di Universitas Islam Indonesia sejak tahun 1978 sampai sekarang. UII ini adalah anak kandung Republik Indonesia, ini adalah universitas nasional tertua di Indonesia,” ungkapnya bangga.

Prof. Mahfud MD menyampaikan dasar-dasar pengembangan ilmu di Universitas Islam dalam kaitannya dengan kebangsaan. Menurutnya zaman sekarang nilai-nilai keagamaan, kerohanian tidak lagi banyak dipergunakan di dunia barat, di ilmu kedokteran, melainkan berpindah ke ilmu Psikologi.

“Karena di dunia barat itu ada reformasi yang kemudian sekularisasi bahwa yang dikatakan ilmu adalah ilmu yang masuk akal, bisa diverifikasi, bisa diuji,” ungkapnya.

Kecelakaan ilmu yang berkembang tanpa nilai inilah yang menyebabkan pecahnya perang dunia pertama dan kedua sehingga setelah perang dunia kedua, ilmu-ilmu yang dulu sempat tidak dimunculkan, dimunculkan lagi.

Menurut Prof. Mahfud MD, ilmu itu untuk memanusiakan. “Filsafat keilmuan kita ada filsafat yang dipenuhi dan diwarnai oleh nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai keimanan. Apapun agama yang Anda peluk, sadarilah ilmu itu dengan nilai-nilai kemanusian, bimbingan kerohanian, dan kasih sayang sesama manusia,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa terdapat dua pilar nilai atau prinsip pengembangan ilmu pengetahuan menurut Islam. Pertama, agama dan ilmu pengetahuan bukan dua hal yang terpisah, melainkan satu paket yang terintegrasi. Kedua, ilmu pengetahuan di dalam Islam,  menerima sepenuhnya wawasan rasional tetapi menolak rasionalisme.

Kemudian, ia menegaskan bahwa di UII menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memberikan kasih sayang kepada seluruh penghuni alam. “Maka dari itu, Saudara harus bisa melakukan kerja sama antar kemanusiaan,” ungkapnya.

“Mari jaga Indonesia ini, dengan ruh Islam wasathiyah, Islam rahmatan lil ‘alamin yang membangun kedamaian untuk sesama manusia bukan hanya untuk sesama pemeluk agama, selamat belajar, nyamanlah di kampus UII,” tutupnya.

© Copyright - Directorate of Academic Services - Islamic University of Indonesia