Langkah besar Pelaporan PDDIKTI 2019-2: “Cleansing Data dan Pendaftaran PIN”


Direktorat Layanan Akademik (DLA) Universitas Islam Indonesia, Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam rangka untuk Pelaporan PDDIKTI 2019-2 yang akan berakhir pada Oktober 2020, DLA menyelenggarakan “Workshop dan Cleansing Data Pelaporan PDDIKTI 2019-2 dan Implementasi Penomoran Ijazah  Nasional (PIN)” secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII.

Berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut adalah Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset. Beliau menyatakan bahwa Pelaporan tahun ini memang agak spesial, hal ini dikarenakan ada tambahan satu lagi proses dalam pelaporan yaitu penerapan PIN pada Februari 2021. Sehingga diharapkan ada dua langkah besar dapat dilakukan dalam workshop ini, yaitu (1) Proses cleansing dan perbaikan Data untuk Pelaporan PDDIKTI 2019-2; dan (2) Proses Pendaftaran dan Pemberlakukan PIN.

Beliau berharap setelah proses ini para admin dapat berdiskusi dan melaporkan kepada Ketua Program Studi masing-masing untuk menjelaskan dan mencari solusi terhadap data-data yang masih menyisakan masalah.

Sedangkan Dr. Tatang Shabur Julianto, S.Si., M.Si., selaku Direktur DLA menyampaikan, harus ada perhatian khusus terkait status mahasiswa yang seharusnya mendapatkan status eligible namun di PDDIKTI ternyata mendapatkan status non eligible, harus ada penjelasan yang baik bagi perpanjangan masa studi satu semester, dan ketepatan pelaporan yang akan berakhir pada akhir Oktober 2020.

Sementara itu dalam pelaksanaan Workshop Cleasing data,  Tim PDDIKTI universitas yang diwakili oleh Mono Nanang Sugianto, A.Md., Andi Purwanto, ST., M.Si., dan Iin Chusdian Putranto, A.Md., menyampaikan bahwa hingga workshop ini dilaksanakan masih ada beberapa data mahasiswa di UII yang “tidak jelas”, sehingga memberatkan Ratio antara Dosen dan Mahasiswa, masih ada mahasiswa yang tidak medapatkan status eligible sehingga harus dicermati dan segera dilakukan perbaikan, serta beberapa syarat mahasiswa tampil di sistem PIN. Pada kesempatan tersebut Tim PDDIKTI Universitas juga langsung memberikan corrective action terhadap permasalahan-permasalahan data di Fakultas/Prodi. Permasalahan tersebut diantaranya adalah: perbedaan data status mahasiswa di sistem universitas dengan PDDIKTI, data mahasiswa tidak muncul data KRS, IPS, dan IPK, serta metode perbaikan dan batas penyampaian perbaikan data yang sudah diberikan kepada masing-masing admin PDDIKTI Fakultas.

Berkenan hadir sebagai narasumber pada Workshop tersebut Virdiana Sriviana Fatmawaty, S.Kom. M.Kom.,  LLDIKTI Wilayah V. Pada kesempatan tersebut Mbak Virdi begitu panggilan akrabnya, menyampaikan latar belakang pemberlakukan dan devisi PIN, Akses PIN, Dasar Hukum Permberlakukan PIN, Validator PIN, Pengkodean PIN, Validasi Data PDDIKTI pada PIN, dan Pemasangan Nomor Ijazah.

Disampig memberikan materi diatas Mbak Virdi juga menyampaikan evaluasi terkait data mahasiswa di UII.  Menurut Mbak Virdi, masih ada data mahasiswa UII yang dalam salah satu periode pelaporan SKS-nya melebihi 24 SKS, masih ada data mahasiswa UII yang dalam salah satu periode pelaporan SKS Semester, IPS, dan IPK null/tidak ada isinya/kosong. Cermati fields yang ada dalam struktur data dalam Pelaporan PDDIKTI, diusahakan datanya jangan sampai ada yang kosong, sehingga keselarasan data yang ada antara Perguruan Tinggi dan PDDIKTI menjadi Valid dan selaras.

Workshop yang diselenggarakan hingga pukul 15.30 tersebut ditutup oleh Direktur DLA dan dihadiri oleh 40 Peserta yang terdiri dari Jajaran Kepala Divisi Administrasi  Akademik dan Admin PDDIKTI Fakultas. (denPoer)