[UII] is the Meeting Ground Between Religion and Knowledge with Good Collaboration to Leverage Welfare of the Societ

Rabu, 19 Februari 2020. Drs. H. Mohammad Hatta, One of UII’s founding fathers “‘[UII] is the meeting ground between religion and knowledge with good collaboration to leverage welfare of the society” Universitas Islam Indonesia (UII) didirikan berdasarkan dua aspek, yaitu keilmuan dan ke-Islaman, sehingga Mata Kuliah ke-Islaman menjadi landasan dan arah pengembangan bagi UII. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset ketika membuka Acara Workshop Penyamaan Persepsi dan Pemahaman Mengenai Silabus dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)  Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) Bidang ke-Islaman pada Kurikulum Ulil Albab yang  di selenggarakan pada Rabu, 19 Februari 2020 dan bertempat di Ruang Sidang Lantai II Gedung Prof. dr. Sardjito, MPH. Pada kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya UII dalam memberikan guidance kepada dosen Pengajar MKWU Bidang Keagamaan guna membantu Program Studi (Prodi) untuk mencapai tujuannya.

Peraturan Universitas No. 2 Tahun 2017 Tentang Capaian Pembelajaran Lulusan Universitas Islam Indonesia dan Mata Kuliah Wajib Universitas serta Peraturan Rektor Universitas Islam Indonesia  No. 7 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Rektor Universitas Islam Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang  Capaian Pembelajaran Lulusan Universitas dan Mata Kuliah Wajib Universitas merupakan dasar dari Konsep Implementasi Kurikulum Ulil Albab.  Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara umum memuat unsur-unsur: Sikap, Ketrampilan Umum dan Khusus, serta Pengetahuan, sedangkan CPL yang ada di UII  adalah: Kepemimpinan Profetik, Berkepribadian Islami, Pengetahuan Integratif, dan Berketrampilan Formatif. CPL ini selanjutnya bisa di break down menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), harapannya Dosen dalam proses belajar mengajar dan dalam melakukan assessment harus berbasis CPMK.

Dr. Aunur Rohiem Faqih, SH., M.Hum., Direktur DPPAI menyatakan bahwa MK Agama dulu ada dua yaitu: Aqidah dan Ibadah-Akhlaq sekarang hanya ada aqidah saja. Aqidah terkait dengan orang yang selalu berpikir dan berdzikir). Saat ini Dosen pengajar MKWU-Keagamaan menjadi pelopor untuk menjadikan mahasiswa menjadi insan Ulil Albab sehingga menjadi rahmad dalam kehidupannya sehingga memberikan materi harus sesuai dengan CPL, profil lulusan UII, harus paham sirah nabawi, paham ambiya para nabi, dan Islam. Dosen MKWU-Keagamaan harus paham jatidirinya supaya bisa mengantarkan mahasiswa menjadi Imam atau pimpinan di negara ini.  MK Ulil Albab Islam Rahmatan Lilálamin, dan pembinaan keagamaan yang dilaksankan di DPPAI (PNDI, PDQ, PDD, dan PKD) tidak dapat dipisah-pisahkan sehingga  Dosen MKWU-Keagamaan harus mengenal para Muálim yang ada di Fakultas. Saat ini para muálim tersebut bertanggung jawab untuk membimbing 5 sampai dengan 15 Mahasiswa.

Agung Nugroho Adi, S.T., M.T., Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran Direktorat Pengembangan Akademik menyampaikan bahwa  dalam konsep Kampus Merdeka Institusi wajib memfasilitasi mahasiswa untuk mengambil MK di luar prodi, hal ini memberikan peluang bagi beberapa MKWU untuk dijadikan MK multi prodi. Harapannya Semester depan diharapkan bisa dimulai beberapa prodi dalam satu fakultas MK konsep multi prodi ini. Terkait dengan CPL,  Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bisa dimodifikasi disesuaikan dengan prodi. RPS yang merukana break down dari CPL disarankan sama per kelas, namun jika berbeda silahkan. Aktifitas pembelajaran mahasiswa perlu dipersiapkan, tidak hanya learning by doing tetapi juga melibatkan thinking, reflecting, dan interacting. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dikelas jadi lebih aktif.

Dalam Kurikulum Ulil Albab disarankan menggunakan SCL dengan skenario penugasan sebagai wahana belajar sehingga Peran dosen dalam proses belajar mengajar adalah sebagai: fasilitator/pendamping, pakar, perencana aktivitas instruksional pembelajaran, menyiapkan media pembelajaran, dan sebagai kurator pengetahuan dapat terwujud.

Sedangkan Dr. Tatang Shabur Julianto, S.Si., M.Si, Direktur Direktorat Layanan Akademik (DLA) dalam materinya menekankan terkait pemerataan kuota mengajar dosen,  “selama ini masih ditemukan banyak dosen pengajar melebihi kuota mengajar dari yang sudah ditentukan, meskipun sudah diberikan warning tetap saja hal ini masih terjadi termasuk Dosen MKWU.  Harapannya Ada pemeratan SKS dosen pengajar.

Terkait pengembangan konten pembelajaran, Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Sh.Ec., Kepala Divisi Perkuliahan Terpadu DLA  menyatakan bawah, pada tahun ini UII mempunyai konsep “kolegial, digital, dan mondial” diharapkan dalam menyusun  dan mengembangkan konten pembelajaran dapat merefleksikan konsep tersebut sehingga setiap tahun ada pengembangan konten bahan kajian, penambahan referensi yang up to date, evaluasi, dan refleksi dari para dosen pengajar MKWU Keagamaan.

Diharapkan setelah mengikuti workshop  tersebut, dalam proses belajar mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa Dosen MKWU Bidang Keagamaan tidak hanya menerapkan konsep learning by doing saja tetapi juga thinking, reflecting, dan interacting.

Berkenan hadir sebagai pembicara pada workshop tersebut adalah: (1) Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset materi Konsep Implementasi Kurikulum Ulil Albab; (2) Dr. Aunur Rohiem Faqih, SH., M.Hum., Direktur DPPAI UII Materi Pola Pembinaan Keagamaan di UII; (3) Dr. Tatang Shabur Yulianto, S.Si., M.Si. Direktur Direktorat Layanan Akademik (DLA) dan Agung Nugroho Adi, S.T., M.T., Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran Direktorat Pengembangan Akademik materi Pengelolaan MKWU; dan (4) Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Sh.Ec., Kepala Divisi Perkuliahan Terpadu Direktorat Layanan Akademik (DLA) Materi Mengikhtiarkan Standarisasi Silabi, RPS, dan Konten Pembelajaran MKWU Kurikulum Ulil Albab.